oleh

Pasangan Calon PDI-P tanpa sosok Srikandi, SAHABAT K1P SURABAYA : WARNING buat Pemilih Perempuan, Warga perempuan dan Kota Surabaya

Hamedi, SE, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (09/03/2020) | PUKUL 10.35 WIB

Konstalasi politik di Surabaya jelang diumumkannya Surat Rekomendasi Pasangan Calon oleh Para Partai pengusung, semakin memanas saja.

Seiring dengan semakin kian runcing mengerucut, Beberapa Nama para Bakal Calon unggulan yang diprediksi akan berpeluang tertulis di dalam lembaran Surat Suara dari Komisi Pemilihan Umim (KPU) tersebut.

Telah, beredar kabar kontroversial bahwa Diajang Pilwali Surabaya 2020 ini, apabila PDI-P sebagai salah satu Partai yang dikenal konsen dalam mendukung Kesetaraan Gender diberbagai bidang ini, kini tak lagi akan mengusung calon bergenre perempuan.

Bahkan, tak hanya itu, PDI-P sebagai Partai dengan Sosok Perempuan sebagai Ketua Umumnya, Sebagai Walikota Surabayanya dan sebagai Cawagub Jatim Tahun 2018 lalu itu, terkesan “over confident” maju tanpa salah satu idiomnya.

Ada Apa Dengan PDI Perjuangan ?

Senin (09/03/2020) Kepada awak media potretjatimdaily.com, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya, mengatakan, “Masih sebatas kabar. Namun, apabila benar, berarti (Ada) Warning (peringatan) yang tersirat. Baik bagi Nasib dari Suara Pemilih Perempuan, maupun bagi Masa depan dari Warga Perempuan dan Kota Surabaya,” tegasnya.

“Sebagaimana diketahui, eksistensi peran perempuan sebagai Walikota dan atau wakil Walikota dalam menjalankan Tupoksinya akan memiliki kecenderungan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro kepada kepentingan suara pemilih perempuan dan Warga perempuan Surabaya, yang mendominasi total jumlah keseluruhan Warga Kota ” kata Hamedi.

Sedangkan, untuk Kota Surabaya sendiri, Masih menurut Hamedi, (masih) sangat dibutuhkan sosok dan sentuhan tangan dingin seorang perempuan dalam menjaga yang sudah diraih dan melanjutkan agar lebih baik lagi dari Walikota Risma.

Ditanya soal alasan PDI-P mengubah strategi pemenangannya,

Ketua Koperasi pedagang “Sememi Makmur Sejahtera” Pasar Sememi Benowo Surabaya ini, menyatakan bahwa Kontestasi Pilwali Surabaya 2020 ini, tak hanya sekedar untuk memilih Suksesor Risma saja. Melainkan, merupakan bagian dari penguatan Surabaya dan Jawa Timur serta Langkah Antisipasi saat Suksesi Kepemimpinan Nasional 2024 nanti.

Menurut Hamedi, ada lima alasan kenapa Partai Besutan Megawati ini, menerapkan strategi itu. Yang PERTAMA, Pasca Walikota Risma, Sangat Minim kader srikandi yang dimiliki oleh Partai berlambang banteng moncong putih itu, yang eksist di lembaga eksekutif.

Lebih lanjut, Alumni SMA Negeri 21 Surabaya yang juga Mantan Aktivis Pro Reformasi 1998 Jawa Timur itu menambahkan, “KEDUA, Selagi masih Dominan, PDI-P ingin Mengubah trend Komposisi Pasangan Calon minus Perempuan. KETIGA, Belum munculnya kader yang memiliki Kredibilitas seperti Walikota Risma.
Dan Keempat, untuk Meminimalisir rivalitas antar Calon Perempuan dalam Suksesi kepemimpinan 2024 mendatang,” tandasnya.

“Dan KELIMA, Pada Tahun 2020 ini, Memang Sengaja diwacakan Oleh Jajaran Elite PDI-P akan langka nya sosok Pemimpin Perempuan. Dengan harapan, nanti, pada saat Suksesi Kepemimpinan Tahun 2024, Calon Perempuan akan menjadi Trending topik yang paling dicari dan diminati, “ungkap Hamedi.

Terakhir, Khususnya kepada pemilih perempuan Surabaya, Hamedi kembali mengingatkan akan pentingnya menjaga eksistensi peran perempuan sebagai figur Walikota dan atau wakil walikota Surabaya.

“(Jadi) jangan lupa, pilihlah Calon perempuan saat pilwali 2020 mendatang. Agar, tetap ada kejelasan akan perbaikan nasib dan masa depan, khususnya bagi Para Pemilih Perempuan, Warga perempuan Surabaya dan juga demi terwujudnya kota surabaya yang lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed