oleh

Pasar Kapasan Surabaya, ditutup, PEDAGANG PASAR, Menolak Keras, Tuntut Mundur dan Tinjau Kembali

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (06/04/2020) | PUKUL 15.56 WIB

Mulai beredar di publik warga kota, selembar Surat bertajuk Pemberitahuan Penutupan Oprerasional Pasar Kapasan Surabaya, Jum’at (03/04/2020) lalu.

Surat bernomor SU – 758 / 01 / IV / 2020 yang diterbitkan oleh PD. Pasar Surya selaku pihak pengelola itu, telah menuai beragam reaksi.

Dimana, dalam Isi pemberitahuannya, diberitahukan soal adanya salah satu pedagang di Pasar Grosir terbesar di Surabaya itu, yang telah menyandang status Confirm Covid-19.

Menurut sang pembuat, PD. Pasar Surya akan menutup operasional Pasar Kapasan itu, minimal 14 hari terhitung tanggal 4 April 2020 lalu.

Sedangkan, sebagai dasar Alibi dari kebijakan aksi penutupan ini, Pihak pengelola lebih memilih untuk mengutamakan ‘Kebaikan bersama’ (Pedagang, Pengunjung dan Pembeli) di Pasar Kapasan Surabaya itu.

Terakhir, tak lupa, Untaian kalimat permintaan maaf di mohonkan atas ketidaknyamanan yang akan dialami oleh seluruh pedagang di Pasar Kapasan Surabaya.

Saat dikonfirmasi oleh awak media potretjatimdaily.com, Senin (06/04/2020) siang, Ketua Koperasi Pedagang ‘Sememi Makmur Sejahtera’ Pasar Sememi Surabaya, Hamedi, SE, dengan tegas menolak rencana penutupan operasional pasar grosir yang terletak di Jalan Raya Kapasan Kota Surabaya itu.

“Sebagai sesama pedagang pasar, secara pribadi, saya menolak keras kebijakan penutupan itu. Kemudian, kepada pembuat surat, diminta untuk mengundurkan diri, sedangkan kepada Pemkot. Surabaya agar meninjau kembali Nota kerja samanya dengan PD. Pasar Surya, ” ujarnya.

Menurut Hamedi, PD. Pasar Surya selaku pengelola tunjukan Pemkot. Surabaya telah merugikan Konsumen dalam hal ini, seluruh pedagang pasar kapasan kota surabaya.

“Harusnya, baik Pengelola maupun Pemkot. Surabaya itu, bisa sedikit cerdas dalam bersikap dan taat mengikuti prosedur yang telah di tetapkan oleh Gugus tugas Covid-19, ” tegas Alumni SMA Negeri 21 Surabaya ini lugas.

Berbicara soal prosedur tetap yang telah diatur oleh Jajaran Gugus Tugas Covid-19,

Lebih lanjut, Hamedi menyatakan, “Bukankah, sudah sangat jelas bila ditemukan Pasien positif Covid-19 itu, yang pasti bukan hanya karena satu pedagang terpapar maka seluruh pasar harus di lockdown, ” tandasnya.

“Apa mungkin, apabila ditemukan ada satu orang warga suspect Corona, maka satu RT harus di evakuasi semua, ” jelas Mantan Aktifis Reformasi ’98 Jatim ini.

Disinggung terkait bagaimanakah seharusnya, tata cara di dalam memperlakukan suspect pandemi Covid-19 dengan bijak,

Hamedi mengatakan agar semua pihak lebih mengedepankan akal cerdasnya sebelum nantinya akan memutuskan pilihan kebijakan. Dan, juga lebih meningkatkan kewaspadaan agar terputus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kota Surabaya ini.

Dan kepada semua pihak, Kembali Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya ini mengingatkan, bahwa Kebijakan melarang pedagang beraktifitas ekonomi di Lapak pasar yang masih dalam penguasaan sewa itu, akan memiliki konsekwensi, baik faktor phsycis nya, faktor social nya maupun faktor ekonomis nya.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, maka, wajib untuk ‘diganti’ semua faktor itu, ” pesan Hamedi.

 

Hamedi. SE, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa Surabaya

“(Jadi) Mungkin, cukup dengan aksi penyemprotan disinfektan, tetap ikuti arahan dengan memanfaatkan semua fasilitas (Wastafel, sabun cair dan alat semprot mandiri, Red) yang telah banyak disiapkan oleh pemkot. Surabaya di seluruh Pasar termasuk di pasar Kapasan Surabaya, ” pungkasnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed