oleh

PENGAMAT : NING LIA Salah Satu Sosok Milenial Plus Yang Paling Ideal Dampingi Machfud Arifin

-All Post-461 views

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (31/01/2020) | PUKUL 11.24 WIB

Kendati sudah berhasil memastikan mendapatkan kendaraan politik untuk maju di kontestasi Pilwali Kota Surabaya 2020, ditandai dengan deklarasi lima parpol (PAN, PKB, Gerindra, Demokrat dan PPP) berkoalisi mengusung Machfud Arifin sebagai Bacawali Kota Surabaya 2020-2024.

Namun publik pun masih penasaran, siapa sosok yang ideal menjadi pendamping atau pasangan mantan Kapolda Jatim dan diyakini bisa memenangkan kontestasi di Pilwali Kota Surabaya mendatang

Pengamat politik dari Universitas TRunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menyatakan, jika melihat sosok Machfud Arifin yang bukan dari kalangan milenial, maka pendamping yang pas adalah sosok dari kalangan milenial. Hal itu untuk mengisi ceruk yang kosong dan saling mengisi atau melengkapi.

“Pendamping Pak Machfud Arifin yang pas adalah sosok milenial. Tapi tak sekedar milenial juga harus milenial plus. Bisa milenial plus Nahdliyin, Milenial plus politisi, atau milenial plus profesional,” terang Surokim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular oleh awak media potretjatimdaily.com, Kamis (30/01/2020) lalu.

Lebih jauh peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini menjelaskan, bahwa ceruk milenial memang harus jadi perhatian penting. Sebab prosentase pemilih milenial di Pilwali Surabaya 2020 mencapai 38 persen. Tentu ini sangat signifikan untuk mengerek elektabiiltas dan menambah perolehan suara pasangan calon.

Kendati demikian, Surokim juga mengingatkan kalau pemilih milenial itu memiliki sikap sangat kritis dan rasional. Artinya, sosok milenial tersebut juga harus smart atau pintar. Karena itu akan menjadi pertimbangan utama bagi pemilih milenial supaya mau mendukung dan memilih.

“Pemilih milenial itu menyukai calon yang smart (kreatif inovatif), humble (rendah hati/ramah), elegan, pekerja keras dan good looking (ganteng/cantik). Dan tentunya juga punya visi membangun Surabaya masa depan berdaya saing internasional,” beber Dekan FISIB UTM.

Yang menarik, Jika mengacu dari kriteria milenial perempuan plus nahdliyin setidaknya ada nama Lia Istifhama pengurus wilayah Fatayat NU Jatim. Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu adalah keponakan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim dan puteri politisi senior PPP, KH. Masjkur Hasjim.

Kemudian untuk kriteria milenial plus politisi, lanjut Surokim ada nama Bayu Airlangga. Politisi muda Partai Demokrat yang juga Ketua Muda Mudi Demokrat (MMD) Jatim saat ini menjabat sebagai wakil ketua Komisi A DPRD Jatim.

“Nama menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo itu memang sempat muncul ke publik sebagai bakal calon yang meramaikan bursa Pilwali Kota Surabaya,” beber Surokim Abdussalam.

Sementara untuk kriteria milenial plus nahdliyin ada beberapa nama, seperti Gus Abid Umar, putera KH. Umar Faruq pengasuh Ponpes Al Falah, Ploso Kediri. Gus Abid saat ini menjabat sebagai Wasekjen PP GP Ansor yang berdomisili di Surabaya.

Selain itu, jika mengacu dari kriteria milenial plus profesional setidaknya ada nama Azrul Ananda, Presiden Klub Persebaya. “Putra Dahlan Iskan itu saya nilai memiliki kapasitas untuk menjadi pendamping Machfud Arifin mewakili milenial profesional dan punya daya saing kuat,” kata Surohim.

“Kalau diidentifikasi seperti itu ya monggo. Saya bicara sosok dan kriteria, bukan nama,” kelakar akademisi murah senyum ini. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed