oleh

Perempuan Tani HKTI Belajar Metode Kandang Anti Banjir di Bojoasri

LAMONGAN – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (15/11/2020) | PUKUL 08.29 WIB

Perempuan Tani Himpunan Kelompok Tani Indonesia (PTHKTI) Jawa Timur (Jatim) menghadiri panen raya di Dusun Pandantoyo Desa Bojoasri Lamongan, Sabu (14/11/2020).

Tampak hadir beberapa pengurus DPP PTHKTI Jatim, yaitu Lia Istifhama, Siti Nur Hasanah, dan Rahma Ardiana. Dalam kesempatan tersebut mereka sempat belajar metode kandang anti banjir yang dikembangkan petani Bojoasri.

“Dari panen raya kali ini, kita benar-benar mengetahui bahwa menjadi petani itu sangat full perjuangan. Harus sabar dan ikhlas bekerja,” kata Ketua PTHKTI Jatim Lia Istifhama.

Lia panggaian akrabnya pun memberikan apresiasi kepada salah satu petani millennial yang hadir, yaitu Mahmud. Menurutnya, ia berhasil beradaptasi dengan cuaca dan juga kendala lainnya, terutama hujan malam.

“Efeknya banyak hama, terutama wabah tikus. Hebatnya, petani disetiap wilayah memiliki kemampuan masing-masing. Petani Lamongan misalnya, mempunyai metode kandang anti banjir,” ujarnya.

Sementara Mahmud, yang merupakan petani muda tersebut mengaku metode kandang anti banjir yang dilakukannya bersama para petani dan cara bertani tersebut ia dapat dari keluarga turun-temurun.

“Disini ada istilah bluwekan. Ini metode untuk mencegah banjir di daerah kami, yang merupakan aliran Sungai Bengawan Solo, Bojoasri wilayah dataran terendah di Lamongan. Jadi persoalan banjir menjadi perhatian penting”, ujarnya.

Mahmud yang juga seorang pendamping PKH ini menjelaskan aspirasinya sebagai petani. Pihaknya berharap pemilik kebijakan mengetahui bahwa irigasi adalah persoalan yang sangat penting bagi kami.

“Jadi kami harapkan ada dam (dam parit-red) yang pastinya nanti bisa membantu meningkatkan indeks pertanian, terutama padi,” pintanya.

Sementara itu hasil pantauan potretjatimdaily.com, usai melakukan kegiatan panen raya dan belajar tata cara bertani kandang anti banjir, mereka berharap agar ada solusi untuk mengatasi irigasi pengairan, agar petani bisa mengelola tanam mereka dengan normal.

Kemudian pemberian pupuk lokal dari Sampang oleh organisasi sayap HKTI yang dinahkodai Moeldoko. Sedangkan PT HKTI sendiri, ketua umum adalah Dian Novita Susanto. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed