oleh

Perempuan Tani HKTI Jatim Gelar Webinar Bersama Disnak Jatim, Sosialisasikan Protein Kriteria ASUH

DR. Lia Istifhama, S.Sos, SH.I, ME.I, Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (25/07/2020) | PUKUL 22.04 WIB

Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Tak hanya hayati, Jatim juga surplus protein hewani seperti daging. Protein hewani penting karena kandungan gizinya tinggi. Namun tak cukup itu, protein hewani juga harus memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Oleh karena itu, Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (PT HKTI) Jawa Timur bersama Dinas Peternakan (Disnak) Jatim menyosialisasikan gemar makan protein hewani dengan kriteria ASUH lewat website seminar atau webinar.

“Tujuan webinar ini merupakan kelanjutan dari webinar bersama Dinas Pendidikan Jatim sebelumnya, yaitu tentang spirit agraris dan sumber daya hayati. Sumber daya hayati di sini bukan hanya mengenai pertanian, melainkan juga peternakan, sehingga mengerucut pada protein hewani. Target webinar adalah seluruh masyarakat, terutama kaum ibu agar mengutamakan aman, sehat, utuh, halal dalam konsumsi protein hewani,” tutur Ketua DPP PTHKTI Jatim, Lia Istifhama, kepada potretjatimdaily.com, Jumat (24/07/2020).

Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnak Jatim, Juliani Poliswari mewakili Kadisnak Wemmi Niamawati memaparkan bahwa pentingnya proses pengolahan sumber protein hewani agar aman, sehat, utuh dan halal. Dengan begitu tidak menimbulkan penyakit, dan sehat dikonsumsi.

“Sumber protein hewani selain aman juga harus halal. Karena itu prosesnya harus dipastikan halal agar hasil olahannya juga halal. Khusus menjelang Idul Adha ini, kami juga memberi penyuluhan kepada para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH),” ujar Juliani.

Mengenai substansi halal, M. Oskar, Relawan Halal Indonesia menekankan pentingnya kepastian halal bagi konsumen. Karena itu, dirinya mengimbau agar produsen atau pengusaha mengurus sertifikasi halal untuk jaminan keamanan konsumen. Apalagi Indonesia mayoritas penduduknya muslim, termasuk Jawa Timur.

“Pengusaha punya tanggung jawab untuk memastikan produknya halal secara agama. Hal itu dibuktikan dengan sertifikasi halal. Prosesnya pun mudah dan murah,” urai Oskar.

Sementara dari Pengurus Perempuan Tani, hadir Santi Fauziyah, seorang dosen dan juga entrepreneur muda. Santi memaparkan pentingnya protein hewani, yakni memiliki kandungan nutrisi esensial yang lebih lengkap seperti zat besi, lemak baik, vitamin B12, omega 3, dan lain-lain.

Selain sehat, lanjutnya, halalnya protein hewani merupakan hal penting. Dari Surat Al Baqarah Ayat 168, diketahui bahwa halal penting karena membawa kebaikan, yakni kesehatan, bukan semata memenuhi perintah Allah SWT.

“Harapan kami dari webinar ini, ada benefit knowledge dan menjadi brainstorming agar kita lebih peduli pada elemen ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) dalam protein hewani. Hal ini penting untuk dikaji, terlebih pada momentum Hari Anak Nasional kali ini,” pungkas Santi.

Acara Webinar Perempuan Tani HKTI Jatim bersama Disnak Jatim ini dipandu Muhamad Didi Rosadi, Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin dan diikuti secara online oleh sekitar 100 peserta, termasuk peserta dari Lampung dan Aceh.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPN Perempuan Tani HKTI, Dian Novita Susanto dengan sejumlah media partner seperti Harian Bangsa, Haria Birawa, Pantau News, Potretjatimdaly, Sahabatk1psurabaya, Reportase.TV, Berita Lima, dan disiarkan Channel Youtube Parle TV, metro Soerya, hknews. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed