oleh

PGN Jatim makoda Surabaya Ngaji Pancasila, Jaga Persatuan Dan waspada penyebaran HTI khilafah dan corona di era new normal

-All Post-194 views
Jajaran Pengurus PGN Jatim Makoda Kota Surabaya saat menggelar acara Ngaji Pancasila, di Yayasan Aula Ponpes Bureng Wonokromo Surabaya, Senin (07/09/2020)

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (07/09/2020) | PUKUL 21.46 WIB

Bertempat di Yayasan Aula Pondok Pesantren Bureng Wonokromo Surabaya, Ormas kemasyarakatan lintas agama, lintas suku bangsa dan lintas budaya Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur Makoda Kota Surabaya kembali menggelar acara Ngaji Pancasila nderes pancasila gemakan kebhinnekaan dan persatuan Indonesia.

Menurut H Hamid Alamudin/Gus Hamid (Panglima/Pimpinan PGN Kota Surabaya) alhamdulillah hari ini PGN Kota Surabaya bisa menggelar Ngaji Pancasila “nderes pancasila gemakan kebhinnekaan dan persatuan indonesia” seperti makoda makoda PGN lainya yang ada di jawa timur, khusus di makoda PGN Surabaya ini, kami padukan dengan Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai munajat kepada Allah Tuhan yang maha esa agar negara ini selalu diberikan keberkahan, kemakmuran, kedamaian, dan agar wabah pandemi covid 19 Ini cepat hilang dari bumi dan doa bersama lintas agama.

Acara hari ini juga dihadiri oleh Panglima/Pimpinan PGN jawa timur Abah Drs Akhmad Baidhowi MTS beserta jajaran pengurus PGN Jatim, saya selaku Pimpinan PGN Kota Surabaya hanya melaksanakan instruksi dari PGN jawa timur untuk menggelar kegiatan Ngaji Pancasila yang merupakan program kegiatan yang dirintis oleh Gus Waluyo Wasis Nugroho (Sekretaris PGN jawa timur) dan Abah Baidhowi (Panglima PGN jawa timur), yang kemudian kami padukan dengan khotmil Alqur’an sejak tadi pagi, Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani dan doa bersama lintas agama secara bergantian, Tutup Gus Hamid Alamuddin.

Sementara Drs Akhmad Baidhowi MTS (Abah Baidhowi ) Panglima/Pimpinan PGN jawa timur mengatakan bahwa Apa yang dilakukan oleh Gus Hamid Alamudin bersama jajaran PGN Surabaya adalah Pesan kepada seluruh anak bangsa dimanapun berada, bahwa hanya merah putih yang layak dan boleh berkibar diatas tanah Indonesia, Diatas Tanah Ibu pertiwi, jangan lagi ada bendera hitam ataupun bendera HTI Khilafah berkibar di Indonesia dari sabang sampai merauke, untuk itu mari kita bersama sama jaga kampung dan desa dari bahaya laten khilafah komunis intoleransi radikalisme terorisme, agar masa depan anak cucu kita kelak tidak suram, bangsa kita selamat, aman makmur damai, pancasila tetap lestari nan abadi, dan budaya kita tetap terjaga, tandasnya.

Abah Baidhowi (Panglima PGN jawa timur) menambahkan di era new normal dan di beberapa daerah juga menggelar pilkada serentak saat ini, PGN jawa timur mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat jawa timur khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk teta waspada terhadap penularan bahaya virus covid 19 Ini, dengan tetap menjaga kesehatan, mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan tetap menggunakan masker.
Abah Baidhowi menambahkan selain waspada terhadap penyebaran virus covid 19 Ini, kita juga tetap harus waspada terhadap penyebaran paham HTI KHILAFAH KOMUNIS INTOLERANSI RADIKALISME TERORISME yang mulai massive masuk ke tengah tengah kampung dan desa desa, kita mesti tetap waspada terhadap itu, karena paham paham tersebut lebih berbahayanya dari corona dan narkoba, tutup Abah Baidhowi. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed