oleh

PGN Jatim : Tolonglah tetanggamu jika cinta Pancasila, jangan hobby demo

KAB.JOMBANG-POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (03/07/2020) | PUKUL 18.47 WIB

Bertempat di Rumah Pancasila yang merupakan sekretariat Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur yang berlokasi di PP Alhadi sokotunggal Pancasila Sakti Sariloyo Jombang, Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur gelar Rapat Terbatas Pengurus PGN Jawa timur.

Acara yang dilangsungkan Jumat 03/06/20 pukul 13.00 dihadiri oleh jajaran pengurus Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Antara lain yang hadir Panglima PGN Jatim Drs Akhmad Baidhowi MTS, KH Ahmad Yani Illiyin selaku ketua PGN Jawa timur, AR Waluyo Wasis Nugroho sekretaris PGN Jatim dan beberapa jajaran pengurus yang lain.

Rapat terbatas PGN Jawa timur ini selain membahas tentang kondisi bangsa saat ini ditengah pandemi covid 19, juga merupakan ajang silaturahmi dan koordinasi pengurus PGN Jawa timur.

Sekretaris PGN Jawa Timur AR Waluyo Wasis Nugroho ketika dijumpai di lokasi mengemukakan bahwa Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak memberikan ataupun mengeluarkan izin acara keramaian untuk aksi demo apapun tujuan dan visinya.
Kami PGN Jawa timur meminta kepada aparat penegak hukum tegas dalam hal ini, jika ada demo disaat pendemi seperti ini, maka akan rentan menjadi cluster persebaran virus covid 19 ini.

PGN Jawa timur mengajak kepada semua pihak untuk menyudahi polemik tentang RUU HIP, karena pemerintah sudah dengan jelas dan tegas menolak RUU HIP tersebut.

Jangan sampai ada pihak pihak yang menunggangi demo menolak RUU HIP namun punya agenda makar menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini.

Sangat lucu akhir akhir ini, demonya menolak RUU HIP tapi dalam orasinya menuntut pemerintah yang sah mundur, itu demo dagelan “wong gendeng mangan sabun” (orang gila makan sabun) ujar Waluyo wasis.

PGN Jawa timur mengajak kepada segenap lapisan masyarakat untuk mengimplementasikan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari hari yakni dengan gotong royong, saling asah asih asuh membantu tetangga terdekat yang sangat membutuhkan, itu sudah merupakan ibadah dan mengamalkan Pancasila, itu jauh lebih bermanfaat daripada demo yang tidak bermanfaat dan salah sasaran, tutupnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed