oleh

PILWALI SURABAYA 2020 : Ikuti Jejak Gubernur Khofifah, Ning Lia “Sowan” minta restu UNAIR untuk maju Pilwali

-All Post-716 views

 

SURABAYA – Potret Jatim Daily
Rabu (11/9/2019) | 18.45 WIB

Diterima oleh Kepala Humas Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Suko Widodo, Bakal calon wali kota Surabaya, Lia Istifhama, Sowan Minta restu, pihak Unair, di mana Ning Lia -sapaan akrab- Lia Istifhama dan juga Gubernur Jatim, Khofifah dulu pernah menimbah ilmu.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Ning Lia sebagai alumnus Unair meminta restu untuk maju dalam Pilwali Surabaya 2020. Selain itu, ia juga meminta saran dan masukan terkait langkah-langkah politik yang harus ia ambil.

Ditanya maksud kunjungannya, Keponakan Gubernur Jatim, Khofifah ini, mengatakan, “Sebagai alumni, saya minta saran dari unair, bagaimana harus bergerak sesuai dengan khas Unair. Agar, antara almamater dan alumnus, bisa bersinergi secara maksimal,” kata Ning Lia, Rabu (11/9/2019) siang, di Kampus C Unair Surabaya.

Dengan pertemuan ini, Lia berharap, Universitas Airlangga bisa mendukung langkah alumninya yang ingin mengabdi kepada kota Surabaya.

Ning Lia, berharap, “Dari Pertemuan ini bisa berlanjut menjadi sinergi yang baik. Sehingga, saya bisa mengabdi secara utuh kepada masyarakat. Kan itu salah satu pesan Unair kepada mahasiswanya, yakni Pengabdian Masyarakat. Itu juga masuk dalam Tri Dharma perguruan tinggi ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas Unair Surabaya, Suko Widodo, menyambut baik pertemuan ini. Ia selaku perwakilan Unair sangat mendukung keputusan para alumninya yang ingin maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020 mendatang.

“Dari pertemuan ini, ibarat seorang anak mohon restu ke orang tuanya, semoga bisa menjadi langkah awal dalam membangun karir dan trust”.

Suko melanjutkan, “Kami (UNAIR Surabaya) juga mendukung siapa saja alumni Unair yang akan maju, termasuk juga Mbak Lia, seperti (dukung gubernur jatim, khofifah) saat pilgub jatim 2018 kemarin”.

“Karena menurut saya, mungkin saatnya alumni Unair mengambil peran sebagai pemimpin Surabaya, setelah kemarin sudah ada alumni kita yang pimpin Jawa Timur (Khofifah),” kata Suko..

Suko berpesan, “Harus amanah, dan juga terbuka untuk rakyat ya. Karena sejatinya, mereka juga berasal dari rakyat pula. Kalau calon ini pernah hidup seperti rakyat kebanyakan, pastinya mereka akan bikin program yang pro dengan rakyat, yang akan mengangkat derajat rakyat,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, Ning Lia juga ditemani oleh anak-anak muda dari Forum SinauSurabaya.id. Mereka merupakan generasi milenial alumni Unair, yang siap membawa perubahan bagi Surabaya.

Bicara tentang Calon Pemimpin yang merakyat, Mirza mengatakan, “Menurut kami, selain Alumni Unair, Ning Lia adalah kandidat yang merakyat, Ia pernah bekerja jadi sales, bekerja di pabrik, hingga jadi dosen. Jadi insya allah Ning Lia tahu apa yang harus dilakukan, sebagai pemimpin yang ditempa oleh kehidupan rakyat,” tegasnya.

Mirza berharap, para generasi muda, khususnya alumni Unair, bisa memilih pemimpin yang mempunyai track record dan pengalaman yang mumpuni. Sehingga bisa membawa Surabaya semakin dipandang dunia.

Bukan hanya itu, menurut Mirza dan kawan-kawan, pemimpin masa depan Surabaya adalah yang berasal dari generasi milenial itu sendiri. Sehingga bisa membawa nilai-nilai milenial dalam bekerja dan progam-programnya.

“Walikota Surabaya selanjutnya yang ideal ya yang berusia dibawah 45 tahun, energik, dan berpengalaman hidup seperti yang dirasakan rakyat kebanyakan, bukan yang tak pernah merasakan pahitnya kehidupan rakyat biasa. Nah, jawaban itu ada di Ning Lia,” pungkas Mirza, yang juga hadir mendampingi Ning Lia, dalam acara launching Program Nawatirta, di Atrium Ciputra World Plaza Surabaya, Senin (9/9/2019) malam. ( AND ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed