oleh

PILWALI SURABAYA 2020 : Kompetisi Elektabilitas Sesama Kandidat Cawali, Ning Lia: Optimis Besar Bersama

-All Post-535 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SABTU (28/09/2019) | 07.10 WIB

Setahun jelang Pilwali Surabaya 2020, memunculkan kedinamisan nama yang dipandang layak masuk bursa sebagai calon walikota maupun wakil walikota Surabaya mendatang.

Beberapa nama yang bakal menduduki balai kota mulai meredup bahkan menghilang. Namun beberapa lainnya, tetap kokoh bertahan, walau tak sedikit pula, muncul nama kontestan baru.

Diantara nama yang masih bertahan adalah Lia Istifhama atau akrab dengan sebutan ning ceria.

Penggagas Nawa Tirta tersebut bertemu tanpa sengaja dengan Ali Azhara, salah satu kandidat yang muncul dalam penjaringan Pilwali melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Bertemu dalam diskusi rek ayo rek yang digagas Onny Setiawan, salah satu nama yang juga masuk dalam bursa penjaringan Bacawali melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Ning Lia terlihat santai dan tetap (terlihat) melakukan obrolan hangat.

“Saya dengan mas ali azhar hubungan baik dan kami kenal sejak dulu, ketika sama-sama PMII di IAIN Sunan Ampel (sekarang UINSA)” ujarnya kepada potretjatimdaily.com, di Kopi Bangi Walikota Mustajab Surabaya, Jum’at (27/09/2019) kemarin.

Ning Lia menambahkan, “Alhamdulillah hubungan baik terjaga sampai sekarang. Nah, disini kebetulan juga yang punya gawe diskusi merupakan salah satu tokoh PDIP, yaitu pak Onny” tegasnya.

“Kemudian juga ada Gus Hans hadir. Jadi bagus acara RAR (Dialog Publik Surabaya “Rek Ayo Rek”) ini. Mempertemukan beberapa nama dalam bursa Pilwali tapi suasana gayeng saja” lanjut Ning Lia.

“Kalau menurut saya, Pilwali menjadikan siapapun yang masuk bursa (sebagai kandidat bakal) cawali , (akan) terlibat dalam kompetisi Elektabilitas yang positif lah” tambah Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama’ (NU) jatim ini sambil tersenyum.

Ning Lia berharap, “Insya Allah, apapun jika niatnya baik, maka sifatnya akan baik juga nantinya. Bahkan saya otpimis siapapun yang menjalaninya secara baik, pasti sama-sama akan besar bersama” ungkapnya.

“(Karena) Peluang untuk menjadi besar tidak dimiliki banyak orang, jadi ini hal yang wajib disyukuri bukan kemudian di eker-ekeri (di ributkan)”, pungkas alumni fisip Unair dan syariah IAINSA (UINSA) tersebut. ( AND )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed