oleh

Pilwali Surabaya 2020, Koordinator FAM Jatim : Ning LIA lah Yang Paling Menonjol Dalam Hal Apapun

-All Post-299 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (04/01/2020) | PUKUL 19.34 WIB

Pilwali serentak di Indonesia sudah mulai penentuan, salah satunya Pilwali Surabaya semakin ketat, yaitu menanti rekom partai yang di gadang” DPP PDI-P.

Konon kabarnya DPP PDI-P pusat menyerahkan rekomendasi bersamaan Rakernas PDI-P tanggal 10 Januari 2020 nanti.

Dari sejumlah kandidat Cawali dan Cawawali, hanyalah Lia Istifhama salah satu yang sudah paling menonjol daripada kandidat lainnya.

Koordinator Forum Aktivis Milenial (FAM) Jawa Timur, Zainuddin menilai dari sejumlah kandidat yang telah running di Pilwali Surabaya dan telah daftar di partai politik maupun lewat jalur independen, hanya Lia Istifhama yang paling menonjol.

“Kandidat yang paling menonjol dalam kegiatan, ya Ning Lia. Ini cawali Surabaya menurut saya paling manis, cerdas dan sopan santun.Pokok’e gak onok maneh cawali kota sing manis, murah senyum, gampang merakyat selain Ning Lia Istifhama,” urai Zainuddin.

Mantan Ketua Umum PKC, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur ini mengaku sudah lama mengenal sosok Lia Istifhama.

Putri KH. Masykur Hasyim itu di mata Zainuddin adalah sosok perempuan yang aktif dalam organisasi, santun dan ditambah lagi Cerdas, religius, amanah serta Istiqomah.

Karena itu, ia tak heran kalau Ning Lia dikelilingi banyak relawan.

Menurut kader Ansor tersebut, hal itu menjadi modal besar dia untuk maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020 akan datang.

“Ning Lia itu saya kenal sejak lama sebagai orang yang aktif di berbagai organisasi, seperti Aktivis Perempuan NU Jatim, pengurus Fatayat Jatim juga dll. Tak heran, jaringannya luas, relawannya pun banyak. Itu modal sosial yang berlandaskan pendidikan moral, dia cocok sebagai seorang pemimpin Surabaya,” tegas Zainuddin kepada awak media Potretjatimdaily.com, lewat seluler, Jum’at (03/01/2020) siang.

Terpisah, Ning Lia menegaskan pihaknya tetap optimis menyongsong Pilwali Surabaya 2020. Bersama relawan-relawan setia, ia mengaku terus bergerak melakukan gassroot, sosialisasi program yang diandalkan “Nawatirta” dan penyapaan kepada warga masyarakat Surabaya.

“Alhamdulillah, saya masih optimis. Politik hawanya memang mudah panas, tapi hati dan pikiran harus tetap adem. Ketika kita sedang berproses dalam suatu politik, maka dijalani dengan niat-niat positif. Hal ini menjadi kunci agar kita memiliki optimisme yang baik, asal jangan sampai jadi ambisi,” tukas Ning Lia.

Disinggung soal kans mendapat rekom, alumnus Unair, Uinsa Surabaya dan ketua STAI III Taruna Surabaya yang baru-baru ini dideklarasikan oleh 38 relawan yang berdomisili Surabaya sebagai satu-satunya perempuan maju Cawali Surabaya pengganti Bu Risma, ini ungkapkan bisa menambah semangat optimisme dan kepercayaan dirinya.

“Bismillahirrohmanirrohim, kita ada target besar. Bahwa 2020 menjadi tahunnya nawa tirta. Kalau sudah begini, maka siapa pencetusnya, insyaallah namanya akan tertulis di kertas suara pada September 2020 mendatang. Aamiin,” tutur ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim.

Meski tidak eksplisit secara lugas menyebut rekom, tapi jawaban ibu dua anak tersebut menujukkan optimisnya. Adapun nawatirta sendiri adalah yang dicetusnya pada 9 September 2019 silam.

Masih menurut Ning Lia, bahwa Nawatirta itu merangkum 9 poin program untuk Surabaya yang disebutnya dalam sebuah singkatan dengan istilah Suroboyoan.

Hasil Pantauan potretjatimdaily.com, Di antaranya : semanggi (semangat membangun kota religi), seduluran (jaga sejarah dan budaya leluhur suroboyoan), serta mbecak (mengurangi beban kemacetan dan mewujudkan budaya aman berkendara),” pungkasnya. (Fara).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed