oleh

PILWALI SURABAYA : SIAPA GANDENG SIAPA ? NING LIA : OPO JARE (SING NGECAT LOMBOK)

-All Post-804 views

 

SURABAYA – Potret Jatim Daily
Senin (12/8/2019) | 17.30 WIB

Perbincangan pengganti Tri Rismaharini semakin menarik. Meskipun perhelatan Pilwali masih lebih dari satu tahun mendatang, namun figur yang bermunculan sebagai penggantinya terlihat semakin memanaskan roda gerakan mereka masing-masing.

Berbagai macam survey menunjukkan nama-nama figur yang beragam dan jumlahnya pun mencapai puluhan. Diantara yang santer adalah Whisnu Sakti Buana, Lia Istifhama, Eri Cahyadi, Bayu Airlangga, Dhimas Anugerah. Calon yang telah deklarasi melalui jalur Independent, M.Sholeh dan Samuel Teguh Santoso.

Bukan hanya bicara figur, publik pun mulai menerka siapa gandeng siapa untuk Pilwali September 2020 mendatang? Saat ini memang hanya Gus Hans yang diisukan dengan Bayu Airlangga ataupun Dimas Anugrah sebagai pasangan walikota dan wakilnya.

Semakin terangnya mereka berdua untuk duet dalam pemilihan walikota Surabaya, membuat nama-nama lain yang juga berpeluang menjadi Bacalon walikota dan wakil walikota, menjadi terkaan publik.

Lia Istifhama misalnya, aktivis yang dikenal dengan sebutan Ning Ceria, mendapatkan pertanyaan serupa, “Sama halnya ketika ditanya kans kendaraan pengusung, saya memilih berserah pada Yang Diatas. Opo jare sing ngecat lombok, ibaratnya begitu”.

Ditanya terkait rencana pencalonan nya di pilwali 2020, pengurus fatayat NU jatim ini mengatakan, “Kenapa ini saya sampaikan? Karena semua tidak bisa dijawab dengan gegabah. Yang terpenting, sekali jalan, bagaimana semua ada konsentrasinya”.

“Sembari terus melihat dan mempelajari problem masyarakat Surabaya, silaturahmi dengan teman lintas partai politik, berusaha saya bangun” Kata Ning Lia melalui telepon selular kepada Potretjatimdaily.com, Senin (12/8/2019) di sela-sela persiapan acara LIVE dialog redaksi SBOTV dengan Topik “Calon Independen vs Calon Parpol” ini,

Disinggung komunikasi di antara para kandidat calon,
“Saya lihat hubungan sebagai bentuk as a friend, seduluran. Jadi bagaimana kita bisa berteman dengan banyak pihak, itu dulu” tegas keponakan gubernur jatim, khofifah ini.

“Baru kedepan muncul istilah trust, saling percaya, dan seterusnya. Apalagi bicara gandengan, ya opo jare nanti” ujar nya seraya tersenyum.

Lanjut lia,, “Yang pasti semua kandidat merupakan orang-orang hebat dan semoga kompetisi yang terjadi adalah kompetisi yang sehat”.

Seperti di beritakan, Aktivis Lembaga Perlindungan Anak Bina Annisa ini, juga sudah bertemu beberapa kandidat, seperti M. Soleh, Laksamana Muda Untung Suropati, Sukma Mahadewa, dan Daniel Gunawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed