oleh

PPP Kunci Kemenangan Pilwali Surabaya, CAK NUR : Posisi Ning Lia Sangat Strategis

-All Post-426 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (12/01/2020) | PUKUL 16.58 WIB

Belakangan ini, Nama Lia Istifhama, putri dari KH Masykur Hasyim, tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diyakini menempati posisi strategis dalam Pilwali Surabaya ini.

Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah (PPKN), menyatakan bahwa meskipun PPP suaranya kecil, Akan tetapi, Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, diyakini akan bisa membuat pasangannya menjadi pemenang (juara).

“Di samping dia keponakan Gubernur Bu Khofifah, Ning Lia memiliki daya dobrak membangun Kota Surabaya. Dialah yang bisa meneruskan gaya Risma,” ujar H. Nur Hadi ST, Ketua Umum PPKN, melalui telepon selular kepada awak media Potretjatimdaily.com, Minggu (12/01/2020) siang.

Cak Nur, panggilan akrabnya, menambahkan, bahwa PPKN tidak berkepentingan untuk memenangkan salah satu calon dalam Pilwali Surabaya. Akan Tetapi, sebagai gerbong nahdliyin, diakui, bahwa, dirinya sering kali selalu menjadi jujugan orang untuk berdiskusi tentang masa depan Kota Surabaya.

Menurut pengamatan Cak Nur, ada dua kemungkinan yang akan (terjadi) dalam perebutan Walikota Surabaya ini. Yaitu akan berlangsung seru (head to head) atau malah sama sekali tidak menarik.

Kemungkinan Pertama, Bisa Gajah versus gajah atau Kemungkinan kedua gajah versus semut. Ia melihat PDI-P masih menjadi faktor penentu. Belum terkalahkan.

“Cuma siapa tokoh yang bakal diambil PDI-P, ini yang nantinya akan menjadi faktor penentu berikutnya,” tegas pengusaha otomatif ini.

Lebih lanjut Cak Nur, mengungkapkan, nama mantan Kapolda Jawa Timur, Machfud Arifin sebagai Bakal calon Walikota Surabaya cukup diperhitungkan. Begitu juga nama Wisnu Sakti Buana. Keduanya sedang berebut pengaruh di Bu Mega (Megawati Soekarno Putri).

“Pak Machfud memiliki keunggulan tersendiri. Selain partai-partai kecil, kabarnya dia sudah mengantongi restu dari Pak Prabowo,” tandas Cak Nur.

Sementara itu, Nama Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana juga tidak bisa dianggap remeh. (sebab) Ia merupakan kader tulen PDI-P yang merasa paling layak mendapat tiket partai untuk maju sebagai pengganti Risma.

“Masalahnya, internal PDI-P juga tidak semulus yang kita bayangkan dari luar. Pertanyaannya adalah sejauh mana Whisnu ini memiliki kedekatan dengan Risma, ini nantinya yang akan sangat menentukan,” urainya.

Nah, akan menjadi seru, kalau keduanya, masing-masing mendapat tiket cukup untuk maju sama-sama maju, berhadap-hadapan (head to head).

Inilah yang disebut gajah versus gajah. Akan Tetapi, kalau nanti hanya ada salah satu yang cukup untuk maju, maka, Pilwali Surabaya berlangsung antiklimaks.

“Di sinilah sosok Lia Istifhama menjadi strategis dan menentukan,” pungkasnya.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Nama Whisnu Sakti Buana menjadi bahasan utama para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P, di Jakarta Internasional Expo (Jiex) Kemayoran, Sabtu (11/01/2020) lalu.

Sedangkan, Nama Mahfud Arifin, termasuk salah satu dari empat nama yang akan diusulkan oleh DPC Gerindra Surabaya, melalui Acara Rakercabsus Partai Gerindra Surabaya, Sabtu (11/01/2020) kemarin. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed