oleh

Protes Kian Gencar, WS Ancam Tak Berikan Ijin Rumah Sakit Siloam

Aksi penolakan pembangunan Rumah Sakit Covid-19 terus digalakkan oleh para perkumpulan pemilik, penghuni, dan pedagang (P4) Mall City Of Tomorrow (Cito) kota Surabaya

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
KAMIS (11/02/2021) | PUKUL 10.34 WIB

KESEHATAN | Aksi protes pembangunan Rumah Sakit Siloam di City Of Tomorrow (Cito) Kota Surabaya sebagai Rumah Sakit Covid-19 kian gencar.

Tak hanya dari para penghuni apartemen dan mal, protes juga dilakukan oleh warga sekitar Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya.

Melihat hal itu, Plt Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana (WS) meminta kepada pihak Siloam untuk melakukan pendekatan kepada penghuni dan warga sekitar.

“Bagi saya persyaratan utama harus mendapat persetujuan warga sekitar. Karena bagi saya keselamatan utama warga adalah hukum tertinggi,” ujar Whisnu usai melakukan Inspeksi mendadak di Cito, Rabu (10/02/2021) sore.

WS mengancam, jika hal itu tidak dilakukan, pihaknya terpaksa tidak akan mengeluarkan ijin operasional “Kalau mau tetap buka, sosialisasi. Kita tidak akan memberikan izin kalau tidak ada sosialiasi. Warga harus dipahamkan, warga harus diajak keliling bahwa ini aman,” ujarnya.

Ia juga mengaku, selain meminta pihak Siloam melakukan sosialisasi pihaknya juga akan melakukan pendekatan kepada warga sekitar.

“Jadi, nanti kita akan cek dari sisi warganya. Ini tidak ada target harus selesai kapan, yang penting warga sepakat,” katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (9/2/2021) protes keras juga dilakukan oleh warga sekitar Cito Kelurahan Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya.

Ketua RT 02, RW 03, Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Bambang Suprianto menyampaikan, warga sangat keberatan atas rencana beroperasinya rumah sakit (Siloam).

“Ini aspirasi warga, bukan saya pribadi. Ya air limbahnya, sampahnya juga mau ditaruh di mana nanti,” ujar Bambang.

Pihaknya juga mengaku, selama ini tak pernah ada sosialisasi maupun komunikasi terhadap warga sekitar.

“Warga tahunya malah setelah baca berita. Karena izinnya juga belum ada sejauh ini,” tutupnya.

Bambang bersama warga lainnya melakukan protes dalam bentuk memasang banner bertuliskan ‘Warga Dukuh Menanggal menolak keras pembangunan RS Siloam di kawasan Cito’.

Sementara itu, sebelumnya Head Of Public Siloam Danang Kemayan Djati telah menyatakan Siloam Hospital Group (SHG) merupakan Rumah Sakit yang berada dalam kawasan mixed use City of Tomorrow (Cito), dengan akses, fasilitas, dan infrastruktur yang terpisah dan independen.

Rumah Sakit ini juga dilengkapi dengan sistem negative pressure khusus untuk penanganan pasien Covid-19 dan memiliki pintu akses tersendiri serta elevator tersendiri/terpisah.

Terkait limbah pembuangan medis, limbah cair, dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem terpisah dan mengimplementasikan standar tinggi untuk operasional RS.

“Sebagai RS darurat yang menangani pandemi Covid 19, rumah sakit ini secara fisik sudah siap untuk dibuka, dan sudah siap operasional dengan 185 tempat tidur (TT) dengan jumlah ICU 15 TT”, pungkas Danang. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed