oleh

Rekom DPP PDI-P Untuk Pilwali Surabaya, HAMEDI, SE : Risma lah Yang Paling Tahu

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (14/07/2020) | PUKUL 17.58 WIB

Beberapa hari yang lalu, melalui Deny Wicaksono, Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, kembali 4 Hasil Rekomendasi Pasangan Kepala Daerah, telah resmi diumumkan.

Dari total 19 Pilkada se Jawa Timur, PDI Perjuangan masih menyisakan 5 rekomendasi yang sebenarnya sudah ditetapkan, namun belum diumumkan oleh DPD PDI Perjuangan Jatim.

Dan, tersisa 10 hasil rekomendasi lagi, termasuk Pilkada Surabaya, yang memang belum ada penetapan, sehingga tidak mungkin untuk diumumkan ke publik.

Sontak saja, statement itu, menuai beragam kritik dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Hamedi, SE, Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya, Hamedi mengatakan bahwa PDI Perjuangan memang sengaja inginkan perhatian publik. Walaupun, Issue yang dimainkan kurang berbobot, Namun setidaknya Mereka sudah bikin suara berisik di panggung perpolitikan Jawa Timur.

“Sengaja PDI Perjuangan Inginkan Perhatian Publik. Walaupun kurang berbobot, akan tetapi setidaknya bisa buat panggung berisik, “ujarnya kepada potretjatimdaily.com, Selasa (14/07/2020) siang.

Lebih lanjut Hamedi menambahkan sebenarnya aksi Itu, merupakan Improvisasi sedang aktif dimainkan oleh para kader partai, yang running di bursa pilwali 2020 sebagai bakal calon dari PDI Perjuangan.

“Jadi sengaja mereka mainkan itu, Guna berebut rekom dari DPP PDI-P sekaligus raih perhatian publik warga kota. Sebab, selama ini, Panggung itu, selalu di dominasi oleh Risma dan Eri Cahyadi saja, “imbuh Mantan Relawan Saya Surabaya 2015 ini.

Ditanya kabar soal ketidak harmonisan di tubuh DPC PDI-P Surabaya, Hamedi meragukan akan kebenaran Kabar tersebut.

“PDI-P Surabaya, masih baik-baik saja. Dan, tidak sedang terpecah. Dan, DPP PDI-P secara profesional dan proporsonal telah menata masing-masing kader partai sesuai dengan kapasitasnya, “tegas Hamedi.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, DPP PDI Perjuangan telah resmi menugaskan Bambang DH sebagai Anggota DPR RI, Tri Rismaharini sebagai Wakil Ketua Bidang DPP PDI P, Whisnu Sakti Buana sebagai Wakil Ketua Bidang DPD PDI P Jatim, Dyah Katarina sebagai Anggota DPRD Surabaya dan Armudji sebagai Anggota DPRD Jawa Timur.

Menurut Hamedi, Dan hal itu terbukti dengan tidak adanya gejolak yang muncul pasca aksi mundurnya Armudji dan juga Aksi Klaim sepihak dari WSB soal telah turunnya Rekomendasi kepadanya sebagai Calon Walikota Surabaya 2020.

“Andaikan ada faksi, pastinya ada ada gejolak pasca mundurnya armudji dan (ternyata) Belum turunnya hasil rekom dari DPP PDI Perjuangan kepada WSB, “ulas Hamedi.

Disinggung peluang Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi untuk dapatkan rekom dari DPP PDI Perjuangan.

Pengusaha Muda Kota Surabaya ini meyakini bahwa Rekomendasi DPP PDI Perjuangan akan turun kepada Eri Cahyadi sebagai calon walikota Surabaya.

“Peluang terbesar ada di Eri Cahyadi. Dan Kewenangan untuk kuatkan basis grassroot warga kota, telah diberikan oleh Risma, dengan ditunjuknya (EC) sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 Kota Surabaya, “kata Hamedi.

“Dan semakin diperjelas melalui aksi Risma, yang tanpa kenal lelah turun kejalan, keliling Surabaya, “beber Alumni SMA Negeri 21 Surabaya ini.

Bicara kans Whisnu Sakti Buana untuk dapatkan rekomendasi dari Megawati Soekarno Putri.

Hamedi menjawab bahwa peluang bagi putra mantan sekjen DPP PDI Perjuangan, Ir. Soecipto itu, sangatlah kecil. Bahkan, nyaris tak tersisa kesempatan untuk dapatkan Rekom.

“Sejak, dilengserkannya WSB dari kursi Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, saat itulah kans itu tertutup. Sebab, mana mungkin bisa solidkan kader sampai tingkatan terbawah, tanpa ‘kewenangan’, “urai Alumni Universitas Wijaya Putra Surabaya ini.

“Dan syarat untuk Maju diajang pilwali 2020, harus fokus dan eksist di Kota Surabaya serta diberikan kewenangan untuk itu oleh DPP PDI Perjuangan, seperti Risma dan EC, “jelas Mantan Wakil Ketua Karang Taruna Kota Surabaya ini.

Sementara itu, soal pada siapa dan kapankah hasil rekomendasi akan diberikan untuk diumumkan, Hamedi menjelaskan bahwa Untuk Kabar itu, selain Megawati, Risma lah yang akan paling tahu.

“Bukankah Di Surabaya ini, ‘Kader partai’ yang paling dekat, dengan posisi kepengurusan tertinggi dan punya akses langsung ke Megawati, cuman Risma. Jadi, pastinya Risma lah Orang yang pertama akan diberi tahu, “pungkasnya. (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed