oleh

Relawan Saksi 0 Rupiah : Menunggu “Kolaborasi” Megawati, Jokowi dan Khofifah di Pilwali Surabaya 2020,

-All Post-346 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY
SABTU (28/09/2019) | 07.35 WIB

Rencana perpindahan Ibu Kota Negara, dari Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta ke luar pulau jawa oleh Presiden Joko Widodo, yang telah diumumkan, Senin (26/09/2019) lalu, telah mengubah peta perpolitikan tanah air.

Tak terkecuali, Kota Surabaya yang tengah bersiap, menggelar Pilwali serentak bulan September tahun depan tersebut.

Kondisi ini, menjadikan (Surabaya) sebagai Kota sentral, berbobot sebanding bahkan banyak pengamat memprediksikan, Kota Surabaya akan berkembang Pesat, meninggalkan DKI Jakarta yang tak lagi menyandang sebutan ibu kota Negara itu.

Koordinator Relawan 0 Rupiah Surabaya, Deny Istiawan, mengatakan, “Kondisi ini pula, yang menuntut para kontestan calon untuk lebih inovatif dan proaktif raih simpati, bagi partai politik, untuk lebih bijak dan cerdas dalam merekomendasi pasangan calon yang akan diusungnya,” tegasnya.

“Bagi Tim Sukses, dituntut untuk lebih kreatif dan energik melakukan, baik KErja pendukungan maupun KErja pemenangan Calon” lanjut Wakil Ketua Sahabat Khofifah Indar Parawansa (K1P) Surabaya ini lugas.

“Para pengamat politikpun, dituntut untuk lebih selektif meramu menu baru, jurus jitu. Hingga bisa ditawarkan sebagai strategi pemenangan bagi calon”, tambah Deny.

Menurut aktivis Pergerakan Rakyat untuk Reformasi Total (PRRT) 1998 ini, “Dan tak kalah pentingnya, bagi warga Kota, pemilik hak pilih yang sah, untuk lebih cerdas dan jeli dalam memberikan suara kepada Cawali-cawawali yang Cerdas, Energik, Religius, Intelektual dan amanah”.

Melihat Geo Politik Surabaya yang seperti ini, Deny berharap, “Bu Mega tentunya juga (akan) mendengarkan (suara) Pak Jokowi, dan akan bijak “menggandeng” Calon rekomendasi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa”.

Deny mengingatkan, “Secara perlahan, dan terlihat kasat mata, dengan ditugaskannya, Ketua Bidang Kebudayaan DPD PDI P, Tri Rismaharini yang mulai berisik mengusik” Dominasi Anies Baswedan, dan siap berkompetisi di pilgub DKI Jakarta, 2022 nanti”.

Deny berharap, “Maka tidak lah Cerdas dan bijak (Megawati), dengan tidak merekomendasi Cawawali dari (Khofifah) untuk “dipasangkan” dengan Cawali, saat pilwali di kota kelahiran (bu khofifah) yang juga ibu kota jatim itu, yaitu surabaya ini” tambah Deny

“Apalagi, sampai detik ini, Gubernur Jatim, Khofifah ini “dikenal” sangat dekat dengan Presiden Jokowi dan bukan kader dari partai manapun”, pungkas Deny.

Dalam catatan Relawan Saksi 0 Rupiah Surabaya, Sudah mulai banyak rentetan peristiwa, berkaitan dan berproses ke arah kolaborasi itu, antara lain :
1. Dengan ditugaskannya, Ketua Bidang Kebudayaan DPD PDI P, yang juga Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk mulai berisik mengusik” Dominasi Anies Baswedan, dan siap berkompetisi di pilgub DKI Jakarta, 2022 nanti.
2. Terdapat “Orang dekat” Gubernur Khofifah, yang ikut maju sebagai Cawawali dengan mengikuti penjaringan melalui PDI Perjuangan,
3. Mengganti Ketua DPC PDI P Surabaya, yang juga wakil walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, yang tegas menginginkan pasangan cawali-cawawali harus diisi oleh Kader murni PDI Perjuangan saja,
4. Memberhentikan Bambang DH, sebagai ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan,
5. Dyah Katarina dan Whisnu Sakti Buana yang maju sebagai Cawali dan bukan sebagai cawawali melalui PDI Perjuangan,
6. “Batal mendaftarnya” Ery Cahyadi, yang sebelumnya santer diberitakan akan maju melalui PDI Perjuangan. ( Zainul ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed