oleh

Saat Candaan Risma soal Corona itu, telah menguak satu ‘ketidak setaraan’

Psy ‘perseteruan’ War yang terjadi di antara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, telah memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya, Kontroversi statement Walikota Risma soal sanggahan akan terciumnya ‘bau sampah’ di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dari TPA Benowo Surabaya.

Lalu lanjut, Kontroversi statement Walikota Risma terkait tak sepersen ada APBD Kota Yang terpakai saat lawatannya ke manca negara.

Kali ini, sang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, kembali berulah.

Tercatat, Candaan Presiden ULGC ASPAC itu, Terkait penetapan ‘Zona Merah’ oleh Gubernur Khofifah untuk Kota Surabaya itu, malah dibalas dengan pekikan kata ‘Merdeka’.

Istilah Zona Merah yang sedianya bertujuan agar lebih meningkatkan kewaspadaan akan bahaya masif penyebaran Virus Corona itu, ternyata ditanggapi berbeda.

Ternyata, Zona Merah bagi mantan penolak tawaran jabatan menteri dari presiden jokowi itu, dihubung-hubungkan dengan ‘Basis suara partainya di kota Surabaya.

Terbukti sudah, jika memang antara Gubernur Khofifah dengan Walikota Risma, jelaslah tak setara.

Kini terjawablah sudah, bahwa memang tidaklah bijak jikalau membandingkan tokoh yang tak sepadan adanya.

Terima kasih bu risma, telah engkau jawab sendiri sudah, ketidaksetaraanmu itu.

Bahwa benar, pada akhirnya, bahasa tubuh mu akan jujur dalam berkata

Walaupun pada akhirnya pula, publik warga kota Surabaya, tak lagi mampu berpura-pura untuk asal percaya

Terima kasih bu khofifah, yang telah dengan sabar penuh etika, dan biarkan publik dengan sadar tajam membaca.

Bahwa benar, pada akhirnya alam akan berseleksi soal siapa setara

Dan akhirnya, publik masyarakat Jawa Timurpun, dengan sendirinya cerdas menggunakan indera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed