oleh

SISI MANUSIA PEMIMPIN

Dr. (HC) Ir. KH. Salahuddin Wachid

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (14/03/2020) | PUKUL 13.57 WIB

Manusia adalah manusia,
Tak peduli apapun kebangsaannya, apapun agamanya, apapun sukunya.

Manusia adalah manusia,
Tidak peduli pandangan politiknya, tidak peduli kaya atau muskin, tidak peduli pandai atau tidak, tidak peduli apa pangkat jabatannya.

Manusia adalah manusia,
Dia boleh cantik, dia boleh jelek, dia boleh kurus, dia boleh gemuk, dia boleh tinggi, dia boleh pendek, manusia adalah manusia.

Begitulah seharusnya kita menilai dan memperlakukan manusia sebagai insan makhluk Allah SWT.

Kita tidak boleh menilai manusia berdasarkan perspektif kepentingan kita.

Juga tidak boleh menilai berdasarkan rasa suka atau rasa tidak suka kita kepada orang itu.

Kita harus memperlakukan betul-betul sebagai seorang manusia, makhluk Allah yang termulia, yang terdiri dari raga dan jiwa.

Kita mengenal pemimpin atau pejabat yang dinilai tidak baik dalam menjalankan tugas, mungkin pelaku KKN kelas berat.

Tetapi sebagai manusia dia adalah pribadi yang menyenangkan dan baik.

Dia membantu banyak orang dan banyak pihak.

Dia juga selalu menjaga hubungan dan komunikasi yang wajar.

Tidak hanya baik di waktu butuh saja atau menjauh dan bahkan pura-pura tidak kenal menghadapi kawan baik yang bermasalah.

Sebaliknya, ada tokoh yang dikenal dengan reputasi baik, tetapi sebagai manusia dia tidak begitu menyenangkan, tidak ramah pendendam, kasar, dan lain-lain.

Kita sering menemui orang yang mendekat atau mungkin menjilat ketika butuh sesuatu, segera menjauh kalau kedekatannya kepada kita akan merugikan dirinya.

Bahkan banyak yang kemudian memfitnah orang yang pernah menjilatnya.

Dalam menyikapi dan menilai kedua jenis pemimpin seperti diatas, kita harus bisa membedakan kapan harus menilainya sebagai pejabat dan kapan harus menilainya sebagai manusia.

Kita tidak boleh mencampur adukkan penilaian kita supaya jelas sikap dan perilaku kita dalam menilainya.

Setiap pemimpin yang dianggap jelek pasti akan ada nilai positifnya dan yang baik dan hebat pasti ada saja kekurangannya.

Kita harus proporsional dalam menilainya.

Mengatakan apa yang saya tulis diatas jauh lebih mudah dibanding menjalankannya.

Tidak banyak orang yang bisa berfikir seperti itu, apalagi berani melakukannya tanpa peduli apa kata orang tanpa peduli akan resiko yang mungkin bisa timbul.

( Ditulis Oleh : Dr. (HC) Ir. KH. Salahudin Wachid )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed