oleh

Soekarno, Kennedy, dan PDI P

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (28/10/2020) | PUKUL 08.42 WIB

Soekarno, Kennedy, dan PDI P

PDI P Secara biologis kesannya Pro China dan Anti Amerika karena ada sejarah yang mengatakan Pak Karno Di ‘Eksekusi’ oleh CIA.

Kesannya miring ke China lebih, karena tidak suka Amerika karena dendam sejarah. Apakah begitu aslinya? ya tidak juga.

Ini layak untuk dipelajari lebih jauh. Karena itu saya menyempatkan mempelajarinya dengan beberapa buku yang saya baca.

Setelah saya perdalam akar masalahnya, saya bermaksud memberikan pandangan lain, sesuatu sudut pandang yang baru.

Setelah membaca beberapa buku sejarah berbasis studi lapangan beberapa bulan terakhir ini. Saya mencari fakta untuk memahami apa yang terjadi di Indonesia sejak tahun 1960 hingga akhir tahun 1969.

Sepanjang tahun 60 an tersebut sejarah Indonesia itu, benar-benar pelajaran kelas dunia. Masa itu, ada Kennedy, CIA, Soviet, Peking, Soekarno, Marlyin Monroe PKI, Soeharto, wanita disekeliling Soekarno serta petinggi PKI di sekitar Istana. Serta banyak lagi drama di tahun 60 an tersebut menarik sekali.

3 buku saya habiskan dalam waktu 2 bulan kemarin. Setelah membaca, saya pun menganalisa, sehingga saya rasanya punya pendapat lain. Melihat sejarah dan realita terhadap apa yang terjadi terhadap presiden Soekarno.

Kita semua tahu bahwa globalist mulai menunjukkan taring nya di dunia sekitar tahun 60 an tersebut, yaitu ketika mereka diusik kenyamanannya dalam hal kendali transaksi terhadap Dolar. Dimana mereka yang memegang dunia perbankan dan cara pembayaran menguasai ‘Federal Reserve’ Amerika.

Mereka memiliki kemampuan dan akses untuk mencetak uang sekalipun. Mereka bisa, mereka swasta lho ini. Berkali-kali saya mengatakan Amerika itu negara swasta, karena memang kuat sekali swastanya dan mereka itulah para globalist cabal.

Ketika Kennedy memiliki Platform baru, yaitu akan mencetak ‘green back by gold’ atau Dolar negara Amerika yang dicetak berdasarkan jaminan ‘underlying emas’, maka ini ancaman bagi globakist cabal.

Untuk itu, Kennedy memerlukan Indonesia. Ada perjanjian yang menguatkan rencana besar itu, perjanjian tersebut membawa Indonesia ke kancah Internasional. Dimana Indonesia di tahun 60 an adalah memiliki kekuatan militer terkuat di selatan khatulistiwa. Bener Indonesia adalah kekuatan terkuat di bumi bagian selatan waktu itu.

Dan atas banyak bidang termasuk ekonomi, yaitu Rupiah. Pak Karno ada ditengah rencana besar dunia akan menerbitkan Dolar versi ‘Negara’ Amerika. Dimana ketika Amerika akan mencetak uang, mereka memerlukan jaminan underlying emas. Untuk itu Kennedy meminta jaminan emas, Indonesia sebagai salah satu bagian dari underlying Dolar terbit yaitu Dolar baru versi Kennedy.

Perjanjian di Genewa yang bernama ‘Grand hilton memorial agreement’ yang ditanda tangani oleh presiden Kennedy dan presiden Soekarno menjadi salah satu tonggak bersejarah dunia.

Tetapi globalist cabal yang terancam kendalinya, punya skenario lain. Kennedy ditembak di Dallas, Texas, 23 November 1963. Mobil kenegaraan yang tidak pernah berjalan pelan, saat itu jalan di bawah 20 mil per jam, yang seharusnya tidak boleh dan 3 arah peluru menerjang Kennedy bersamaan. Meninggal di tempat beliau saat itu.

Inilah Konspirasi panjang yang belum pernah jelas terungkap hingga saat ini. Di belahan bumi lain, Pak Karno baru turun dari pesawat do bandara kemayoran kala itu mendengar berita kematian Kennedy Pak Karno terkejutnya bukam main. Shock, karena apa?

Karena hal ini membuyarkan skenario kerjasama Indonesia Amerika atas terbitnya Dolar berbasis emas atas nama negara Amerika atau Federal Dolar. Semua akhirnya tinggal sejarah ketika Pak Karno pun oleh Globalist Cabal dilengserkan.

Skenario ini globalist yang punya, sedangkan CIA hanya pelaksana. Karena? karena Amerika akan mendadak menjadi negara patriotik nasionalis. Begitu juga Indonesia, menjadi negara Patriotik nasionalis, bukan di bawah globalist cabal lagi.

Dan globalist cabal, tidak mau skenario itu.

Baik, kita melompak sebentar ke masa kini. Ketika Trump pidato di PBB bulan lalu, Dia secara jelas mengatakan saya mendukung negara-negara untuk berdaulat masing-masing yang bisa diartikan ‘De-Globalisasi’.

Anti Globalist cabal. Dan itu gaya Trump banget, Patriotik. Trump menjadi Kennedy baru dan banyak yang menduga Dia akan di ‘Assassin’ atau di bunuh oleg globalist cabal seperti cerita di dalam the simpsons yang belum pernah meleset menceritakan kejadian di masa akan datang. Termasuk ketika Trump jadi preside.

Dan cerita Trump terbunuh !!. Tetapi Trump adalah Trump, dan Amerika adalah Amerika. Mereka tidak pernah berubah sejak lahirnya.

Tujuannya jelas menjadi ‘Sherrif Dunia’, menjadi pengendali dunia. Agaknya, kebencian terhadap Trump oleh globalist cabal ini sudah puncaknya.

Ketika september 2020 kemarin Trump melakukan perombakan sistem transfer Dolar. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed