oleh

SURABAYA BERSUARA 2020 : Gelandangan Politik

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (16/08/2020) | PUKUL 21.46 WIB

Berpolitik sebaiknya dalam rumah yang sudah disediakan. Jangan berpolitik di jalanan. Berpolitik di jalanan dapat berubah menjadi politik liar.

Dalam sebuah sistem sudah dibuat aturan. Agar semua berjalan baik. Dalam sebuah aturan bersama. Karena kita menganggap diri kita sendiri sebagai makhluk berbudaya. Bukan makluk bar bar yang bisa bertindak sekehendak nafsu belaka.

Ketika kita bicara politik, dalam sebuah demokrasi, sebaiknya melalui saluran politik yang ada. Partai politik dibentuk sebagai representasi kehendak rakyat. Partai politik menjadi wadah untuk menyalurkan hasrat politik. Walau sempurna apa pun.

Dalam partai politik, sebuah kehendak politik dapat diukur dengan baik. Seberapa kehendak politik menjadi kehendak mayoritas rakyat di sebuah negara.

Berpolitik di luar partai politik berarti dapat dikatakan sebagai aktivitas para gelandangan politik. Mereka merasa mewakili sebuah kehendak tapi tak jelas kehendak siapa. Kecuali sebuah klaim ngawur yang sulit dibuktikan.

Mengumpulkan sepuluh orang kemudian membuat Deklarasi seolah olah ada sekian juta makhluk gaib ada di belakang mereka?

Tak cukup.

Mengumpulkan seratus orang kemudian membuat Deklarasi seolah olah ada jutaan makluk gaib yang bisa diklaim sebagai pendukung mereka?

Tidak cukup.

Berpolitiklah dengan cerdas dan mencerdaskan. Jika ingin berpolitik, masuklah rumah politik yang sudah disediakan sebaik mungkin untuk mereka yang berhasrat politik. Jangan mengumbar politik jalanan. Seolah-olah ogah politik tapi berpolitik. Sikap nir kesatria. Sikap pecundang yang kehilangan kalangan.

Jangan mengumbar nafsu politik dengan membungkusnya sebagai gerakan moral. Bau nafsu politik tak mungkin di kerangkeng dalam bungkus moral. Siapa pun dapat membaca dengan mengeja kata demi kata yang bahkan kalian belum sempat mengucapkan.

Marilah, jika ingin memperbaiki negeri ini, perbaiki dengan sikap yang bisa dipertanggungjawabkan. Sikap yang tak perlu sembunyi tangan. Sikap yang bisa berani lantang berucap jika dua adalah dua.

Ya, sikap yang tak mengaduk nafsu dengan kemasan sok moral. Karena jika kalian bukan pecundang kalian akan berjuang dengan sikap jantan.

Kembalilah ke rumah politik jika kalian ingin berpolitik. Bikinlah rumah politik sendiri jika kalian sudah tidak percaya atau tidak nyaman dengan rumah politik yang ada. Ajari rakyat untuk jujur dalam berkata-kata.

Disinyalir besok ada yang akan berdeklarasi. Memanfaatkan momen tujuh belas Agustus yang agung untuk menuangkan kekerdilan diri sendiri.

Maka, dapatkah mereka kita sebut sebagai gelandangan politik yang sedang mencari panggung untuk nafsu politiknya?

Kita lihat saja apa kelanjutannya. Semoga mereka segera sadar. Bahwa, bukan itu yang dibutuhkan rakyat negeri ini yang sedang menderita. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed