oleh

SURABAYA BERSUARA 2020 : Tiga Prediksi Skenario KAMI

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
RABU (19/08/2020) | PUKUL 21.08 WIB

Ada tiga (3) skenario yang mungkin akan dimainkan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang telah mendeklarasikan diri di Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020) kemarin.

Terhidanglah, tiga skema terbuka, karena memang arah politik praktis tidak bisa diduga atau seperti bola liar.

Sebab, Politik praktis bisa didesain masuk dan keluar dari pintu yang berbeda.

Skenario pertama, dia menerangkan, KAMI akan membawa kejatuhan pemerintahan Jokowi sebelum berakhir 2024.

Namun kelihatannya, KAMI belum cukup kuat untuk menjatuhkan Jokowi saat ini.

Skenario kedua, gerakan KAMI akan membesar dan segera menemukan calon presiden yang populer untuk diusung pada 2024 mendatang.

KAMI, bisa menjadi pemimpin dengan menggandeng partai politik tertentu nantinya untuk mengusung capres pada Pemilu 2024.

Skenario ini hanya terbuka jika KAMI solid hingga 2024. Namun, dilain sisi, kekuatan KAMI juga menjadi kekurangannya.

Disebabkan, KAMI berpotensi pecah ketika harus fokus hanya pada satu pasangan capres dan cawapres saja, karena keberadaan tokoh yang beragam di dalamnya.

Untuk Skenario ini, KAMI akan menjadi civil society yang ikut melahirkan the next presiden Indonesia tahun 2024. Namun ini hanya terjadi jika KAMI mendukung capres yang saat itu paling populer.

Skenario Ketiga, yakni nantinya KAMI akan hadir sebagai bunga demokrasi belaka atau sekadar pemanis pemerintahan saat ini.

Dalam skenario ini, KAMI tak akan menjatuhkan Jokowi sebelum 2024 dan tidak mengusung pasangan capres dan cawapres untuk 2024.

Namun, KAMI hanya akan hadir sebagai gerakan moral belaka.

KAMI Jangan Diremehkan

Disisi lain, Kehadiran KAMI tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya KAMI lahir dalam kondisi banyak rakyat yang tengah cemas dan marah atas situasi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dimana, KAMI adalah sebuah gerakan politik yang lahir dalam konteks krisis ekonomi yang berpotensi segera mendapatkan pesona ekstra.

KAMI dapat menjelma menjadi sebuah kekuatan politik alternatif bila berhasil merebut harapan publik akan perubahan.

Selain itu, KAMI juga tidak bisa dianggap remeh karena diisi oleh beraneka tokoh lapisan strategis mulai dari Din Syamsuddin, Rokhmat Wahab, Gatot Nurmantyo, serta anggota keluarga proklamator dan mantan presiden yakni Rachmawati Soekarnoputri, Meutia Hatta, dan Titiek Soeharto.

Sebagaimana diketahui, Din Syamsudin berakar di ormas besar Muhammadiyah. Rokhmat Wahab berakar di ormas besar Nahdlatul Ulama dan istrinya [adalah] cucu pendiri Nahdlatul Ulama. Sementara Gatot Nurmantyo berakar pada dunia militer dan sebagian pengusaha besar,” tuturnya.

KAMI Bertaburan pula intelektual publik di dalamnya. Mereka yang selama ini mengambil jalan berbeda dengan pemerintahan seolah menemukan forum besar bersama.

Ketiga, KAMI tidak bisa dianggap remeh karena lahir di era kekosongan oposisi.

Bahkan, Kehadiran oposisi di era krisis ekonomi itu ibarat hukum besi politik.

Ingat, tidak ada manusia super yang bisa mengendalikan sebuah negara nasional yang tengah gelisah agar tertib tanpa oposisi.

Sebelumnya, KAMI secara resmi mendeklarasikan diri di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (18/8/2020).

Beberapa tokoh publik hadir dan membacakan Jati Diri dan Maklumat KAMI sebagai rangakaian deklarasi tersebut. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Achmad Yani, Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, Meutia Farida Hatta, MS Kaban.

Kemudian hadir pula, Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, dan Jumhur Hidayat, Achmad Yani, Abdullah Hehamahua, hingga Amien Rais.

KAMI memiliki ‘Jati Diri’ yang terdiri dari sepuluh poin.

Jati Diri KAMI menggambarkan tentang latar belakang, tujuan, serta struktur organisasinya. (Red)

( “SURABAYA BERSUARA 2020” )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed