oleh

SURABAYA BERSUARA : Menakar Loyalitas Seorang WSB

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
MINGGU (06/09/2020) | PUKUL 07.08 WIB

PDI Perjuangan terlihat, lebih memilih untuk merekomendasi pasangan calon kepala daerah, yang akan diusung diajang kontestasi pilkada serentak 2020 mendatang.

Tercatat, ada nama Bacawabup Sidoarjo, Kelana Aprilianto, Bacawabug Gresik, Achmad Yani, Bacawabup Lamongan, Kartika Hidayati, Bacawabup Tuban, Setiajit dan Bacawali Surabaya, Eri Cahyadi.

Dan berikutnya, Bacawali Surakarta, Gibran Rakabuming Raka serta Bacawali Medan, Bobby Nasution.

Tentu saja, sebagai konsekuensi logisnya, akan ada beberapa kader partai lama, yang harus terpaksa tersisih dari bursa kontestasi pilkada.

Salah satunya adalah sosok Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

Nama putera dari politikus senior mantan sekjen DPP PDIP, Soetjipto Soedjono itu, harus legowo tergeser.

Pasalnya, dengan berdalih penerapan regenerasi total 2024, DPP Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, merekomendasikan Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi sebagai Bakal calon walikota Surabaya suksesor Tri Rismaharini.

Meskipun, telah diberi penugasan baru sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jatim, ternyata belum mampu mengobati luka hati politiknya.

Walaupun, rencananya akan diberi tugas khusus oleh Megawati, Akan tetapi tampaknya Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa politiknya.

Sebenarnya, tidak hanya Whisnu Sakti Buana pun sama saja, yang terus bertanya.

Para loyalis pendukungnya, para calon pemilih Surabaya, Warga kota dan publik Surabaya pun sama, hingga saat ini masih bertanya-tanya.

Ada apa dengan WSB? dan Mengapa WSB harus tersisih (kalau tidak boleh ngomong dibuang)?

Apa yang dimaksud dengan agenda regerasi total di tubuh PDIP yang saat ini diterapkan oleh DPP itu?

Atau Apa sajakah kriteria-kriteria yang disyaratkan yang harus dipenuhi oleh bakal calon, agar nantinya akan direkomendasi, diusung dan didukung PDI Perjuangan diajang pilkada serentak 2020 kali ini?

Mencoba untuk membandingkan sosok WSB dengan Eri Cahyadi.

Bila dilihat dari Sisi Kepartaian, jelas WSB akan jauh lebih loyal dan senior di PDI Perjuangan.

Berbicara tingkat popularitas, tingkat elektabilitas, tingkat kredibilitas dan tingkat ekseptabilitas, tidak sedikit lembaga survey yang lebih mengunggulkan WSB dalam beberapa rilisan hasil pollingnya.

Bila dipandang dari sudut pandang soal kematangan atau kesiapan (pengalaman), maka, Masa bhaktinya selama mendampingi Walikota Risma sebagai wakil walikotanya,

Akan Menjadikan, WSB sebagai satu-satunya sosok yang pantas untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Risma di Ibukota Provinsi Jawa Timur itu?

Terakhir, salut buat besarnya loyalitas kepada partai yang telah ditunjukkan oleh WSB.

Hingga saat ini, masih tetap tegak lurus, akan tunduk patuh apapun perintah dari petinggi partainya.

WSB Tidak mudah terprovokasi dan berpindah berlabuh kelain Partai, seperti Akhmad Akhyar.

Mungkin baginya, sebagaimana pernah terucap oleh WSB sendiri, bahwa (baginya) cukup dua kali saja berganti partai.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saja. (Red)

Ditulis Oleh : SURABAYABERSUARA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed