oleh

Survey Menunjukkan Liburan Bikin Nyesel Traveller, NING LIA : Kalau di Kota Surabaya Enggak Deh

-All Post-404 views

 

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
JUM’AT (10/01/2020) | PUKUL 19.49 WIB

Tak bisa dipungkiri bahwa kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi jatim, memiliki banyak destinasi wisata berkelas nasional maupun internasional, yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara untuk tertarik mengunjunginya.

Mulai dari destinasi wisata taman, diantaranya : Taman Bungkul, Taman Prestasi, Taman Mundhu sampai dengan Taman Anggrek, yang sudah seperti menjadi tujuan wajib bagi traveler itu dalam mengisi liburannya.

Ada pula Destinasi Wisata Kampung, antara lain Kampung Arab Surabaya, Kampung Pecinan, Kampung Lawas Surabaya, Kampung lontong, Kampung Nelayan sampai dengan Kampung Semanggi, semua destinasi itu dibangun oleh pemkot surabaya, yang mencanangkan sektor pariwisata sebagai penambah pundi-pundi APBD Kota pahlawan tersebut.

Namun Ironisnya, terkadang aktifitas Berlibur yang seharusnya bisa sejenak menghilangkan kejenuhan dari kesibukan manusia dalam menjalani rutinitas sehari-hari dalam hidupnya, justru berakhir dengan membawa pulang rasa kecewa.

Bahkan, menurut hasil penelitian terbaru, ada banyak orang yang justru menyesal dan kecewa setelah pulang liburan.

Mengapa begitu ?

Guna mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, Tim potretjatimdaily.com mencoba bertanya kepada para kandidat calon cawali-cawawali Surabaya 2020, untuk mencari tahu sejauh mana para calon suksesor Risma itu, mengetahui apa faktor penyebab serta apa solusi bagi permasalahan yang terjadi tersebut.

Salah satu kandidat calon Wakil walikota Surabaya 2020, yang maju lewat PDI P, Lia Istifhama, membenarkan soal potensi munculnya kekecewaan dari para traveler itu. Akan tetapi, Ia menjamin (kekecewaan) itu tak akan pernah dialami oleh traveller yang berlibur ke kota Surabaya ini.

Ibu dua anak yang akrab disapa Ning Lia ini, mengatakan, “Sebab disini (Surabaya) banyak tersedia driver-driver online yang bisa saving waktu kunjungan”, ujarnya kepada potretjatimdaily.com, saat ditemui disela-sela menghadiri acara
Temu Bareng Tokoh yang digelar oleh Persatuan Pengemudi Indonesia (PPI) DPD Kota Surabaya di Jalan Dukuh Kupang Baru No. 8 Surabaya, Minggu ( 24/11/2019) lalu.

Bicara soal munculnya rasa kecewa dari para traveler ketika berlibur,

Alumni Unair dan Uinsa Surabaya ini, membenarkan, bahwa menurut hasil penelitian terbaru memang masih ada banyak traveler (pelancong) yang usai berlibur, bukannya senang malah merasa kecewa.

Hal ini, Sebagaimana diwartakan Fox News studi terbaru dari Sykes Holiday Cottages, menunjukkan rata-rata orang membuang waktu tujuh belas setengah jam dari waktu liburan nya selama 7 hari.

Ditanya apa faktor yang menyebabkan munculnya rasa kecewa dari para traveler,

Ning Lia, begitu biasa penggagas Program Nawa Tirta ini disapa, mengatakan, “Kekecewaan itu muncul, disebabkan (Mereka) tidak bisa memanfaatkan kesempatan berlibur itu dengan baik”, ujarnya.

Ibu dua anak yang juga Aktivis milenial NU Jatim ini menambahkan, “Waktu (Mereka) banyak terbuang untuk mempersiapkan akomodasi, mencari destinasi bahkan (masih) memikirkan pekerjaan. Apalagi, kalau berliburnya secara berkelompok (rombongan), waktu terbuang untuk mengikuti keinginan kelompok daripada melakukan keinginan sendiri”, urainya.

“Bahkan tak jarang, hal itu (menyesuaikan) keingingan pribadi dengan kelompok itu, tak jarang memicu perdebatan dengan teman, pasangan, atau keluarga saat liburan”, tandasnya.

“Hal seperti itu, memang sulit dihindari bagi traveler rombongan, sebab setiap anggota rombongan pasti mempunyai keinginan sendiri-sendiri, yang mungkin berbeda dengan (anggota rombongan) yang lain”. kata Semifinalis Ning Surabaya 2005 ini.

Ning Lia menggambarkan, bahwa Ada yang pingin berlama-lama di satu destinasi tertentu, namun ada pula yang telah merasa cukup dan ingin segera mengunjungi destinasi berikutnya.

Disinggung soal solusi untuk permasalahan dari para traveler,

Keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar parawansa, berbagi solusi yang solusif bagi para traveler sekaligus (bisa) memberdayakan para gojek online di kota surabaya ini.

“Jadi Solusinya adalah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum berpergian dan memanfaatkan jasa gojek online yang ada di kota surabaya ini”, tegasnya.

Lebih lanjut, Ning Lia, menjelaskan, “(Jadi) semisal nih, Traveller secara rombongan. Bukan solo (pribadi/sendiri) Traveller. Berangkat sama-sama naik bus. Kalau ingin lebih awal di destinasi berikutnya, maka tinggal pesen driver online dan ketemu rombongan lainnya disana (di lokasi) obyek wisata berikutnya yang sesuai kesepakatan (sudah dijadwalkan)”, ungkapnya.

Kader menial NU Jatim itu, menambahkan, “Begitupun pula semisal, ada anggota rombongan yang pingin tinggal lebih lama (karena) ingin berlama-lama menikmati atau (mungkin) ada yang tertinggal di destinasi wisata pertama. Mereka bisa nyusul ke destinasi berikutnya dengan pake jasa gojek online”, katanya.

“Intinya, Indonesia, khususnya Surabaya ini asyik, Adaptif dan bisa diatur sesuai kebutuhan warga negaranya. Dan, Adanya driver online sangat membantu para traveler yang berkunjung, serta (bisa) menjadi salah satu solusi memenuhi keinginan setiap orang yang beda-beda”, ulasnya.

“Dan nantinya, dengan membawa pulang kepuasan bagi traveler, akan menarik Mereka untuk datang kembali ke Surabaya. Kunjungan meningkat, ekonomi masyarakat juga meningkat, termasuk didalamnya ekonomi para gojek online Surabaya”, pungkasnya. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed