oleh

Teman Kos sebut Cak Firman sebagai Soekarnois Sejati

-All Post-475 views

 

KARANGANYAR-POTRETJATIMDAILY.COM
SELASA (07/01/2020) | PUKUL 20.57 WIB

Jaksa Kejaksaan Negeri Karanganyar, Anon Prihatno sebagai teman kos-kosan Bakal Calon Walikota Surabaya Firman Syah Ali waktu kuliah di S1 dulu memberikan testimoni kepada media tentang siapa sebenarnya Cak Firman.

Menurut Anon Prihatno, Cak Firman adalah seorang Soekarnois Sejati. Kamar kosnya penuh dengan buku-buku Bung Karno yang waktu itu dilarang oleh Orde Baru dan nyawa jadi taruhan.

“Buku di Bawah Bendera Revolusi merupakan buku yang sering dibaca oleh Firman kala itu. Firman sering membaca buku itu dengan keras sambil meniru gaya orasi Bung Karno” ucap Alumni PMII ini.

Menurut Aktivis Gusdurian Karanganyar ini, jarang terdengar alunan musik dari dalam kamar Cak Firman, yang sering terdengar adalah kaset pidato-pidato Bung Karno, terutama di pagi hari saat Cak Firman bangun tidur.

“Diantara teman kos Cak Firrman kala itu selain saya adalah Nurul Ghufron, sekarang Wakil Ketua KPK. Agus Muttaqin, sekarang redaktur Jawa Pos. Ada juga Salahuddin P Bagus, sekarang Advokat sukses. Ada juga A Shofyan Firdaus, sekarang pejabat Kementerian Agama di Jawa Barat. Pemilik kosnya bernama Pak Fatoni peranakan Belanda” pungkas Jaksa Fungsional yang idealis ini.

Tokoh Barikade Gusdur KH Sanusi Muhtar Fadhilah menambahkan bahwa setiap kali memimpin aksi mahasiswa antara tahun 1994 hingga 1998, Cak Firman lebih terlihat seperti Bung Karno, baik cara pidato maupun cara berpakaian.

“Berjaket almamater, berdasi merah, berkopyah hitam, itu penampilan resmi cak Firman setiap kali memimpin aksi massa. Posturnya yang tinggi besar membuat dirinya semakin mirip Bung Karno. Bila aparat mulai mengamuk, Cak Firman tetap maju paling depan sambil teriak Merdeka berkali-kali” lanjut KH Sanusi Muhtar Fadhilah.

“Diantara gerombolan cak Firman dalam aksi-aksi tersebut adalah Sonny D Danaparamita, sekarang DPP PDI Perjuangan dan anggota DPR RI. Zainul Munasichin, sekarang DPP PKB. Gogot Cahyo Baskoro, sekarang KPUD Jatim dan lain-lainnya” pungkas Kyai Nyentrik asal Mayang Jember ini. (Spr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed