oleh

Tujuh Kritik Keras Rocky Gerung Kepada Pemerintahan Jokowi

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SABTU (24/10/2020) | PUKUL 07.05 WIB

Rocky Gerung dikenal sebagai salah satu tokoh publik yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah.

Ia juga sering memberikan kritik pedas untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas kebijakannya.

Kritik ini disampaikannya saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club (ILC) dan Mata Najwa, maupun melalui media sosial.

Tak ayal, Rocky seakan menjadi juru bicara masyarakat untuk memprotes kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.

Hasil pantauan potretjatimdaily.com, Diantara kritikan Rocky terhadap pemerintah, 7 kritikan ini bisa dibilang keras, paling tajam, menohok, dan tepat sasaran.

1. “A minus, A untuk kebohongan dan minus untuk kejujuran.”

Kritikan tersebut disampaikan Rocky saat ditanya Najwa Shihab mengenai nilai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin setelah setahun menjabat.

2. “Saya nggak pernah marah pada Pak Jokowi sebagai manusia, yang saya marah adalah jalan pikiran kabinet didalam mengatasi produk sosial.”

Hal ini disampaikan Rocky saat menjadi narasumber Podcast di channel YouTube Akbar Faizal Uncensored.

3. “Pembuat hoax terbaik adalah penguasa. Karena mereka memiliki seluruh peralatan untuk berbohong: intelijen dia punya, data statistik dia punya, media dia punya. Itu faktanya.

Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna.”

Komentar tersebut dia sampaikan saat menjadi narasumber di ILC beberapa waktu lalu.

4. “Saya menanggapi pikiran, bukan bunyi-bunyian.”

Komentar menohok tersebut disampaikan Rocky ketika diminta menanggapi Politikus Partai Nasdem Irma Suryani di Mata Najwa.

“Omnibus Law adalah pesanan para plutokrat (orang-orang kaya yg menguasai pemerintahan) yang telah mengijon (memberi imbalan di muka) para kleptokrat (penguasa yang korup).”

6. “Rezim itu, kalau dia terus menerus mengendalikan kebenaran, ada kebohongan yang hendak disembunyikan.”

7. “Sipil bisa bilang: Kalau kami bilang pemerintah dungu, ya itu memang dungu.”

Kalimat ini ia sampaikan sebagai pembangkangan sipil untuk memprotes pemerintah.

Itulah 7 kritik tajam Rocky Gerung untuk pemerintah dan Presiden Joko Widodo. Sejumlah kritik ini juga viral di media sosial dan kerap dicuitkan oleh pengguna Twitter.

Bahkan, muncul slogan ‘No Rocky, No Party’ jika Rocky tak diundang ke acara bincang politik. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed