oleh

TUTUP USIA DI MEKKAH, INI 8 PESAN MBAH MOEN YANG MENGGETARKAN HATI

-All Post-696 views

SURABAYA – Potret Jatim Daily
Selasa (6/8/2019) | 10.00 WIB

Kiai kharismatik yang akrab disapa mbah Moen (KH Maimoen Zubair, red) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Rembang, tutup usia di tanah suci Makkah, Selasa (6/8/2019) pukul 04.17 waktu setempat.

KH Maimoen Zubair atau mbah Moen wafat di usia 90 tahun, kabar wafatnya Ketua Majelis Syariah PPP tersebut menyebar cepat lewat grup-grup Whatsapp.

Kabar duka itu juga di sampaikan oleh salah satu santri, Nawari, “Innalillahi wainnailaihi rajiun. Mbah Maimoen Zubair wafat,” kata nya,

“Benar, mbah Moen wafat. Terose meninggal sekitar jam 04.17 di Makkah (katanya meninggal jam 04.17 di Makkah),” kata Nawari nya kepada potretjatimdaily.com saat dikonfirmasi melalui telepon.

Nawari menambahkan, belum dipastikan penyebab wafatnya mbah Moen. “Mboten ngertos gerahe nopo (tidak mengerti sakit apa)” lanjut nya.

Terkait pemakaman, Nawari menjelaskan masih menunggu kabar selanjutnya. “Pemakamannya belum tau, apakah di sana (Mekkah), apakah dibawa ke sini (Indonesia),” pungkasnya.

Ada 8 Nasehat KH. Maimoen Zubair yg menggetarkan hati :
1. ”Ora kabeh wong pinter kuwi bener” (Tidak semua orang pintar itu benar);
2. “Ora kabeh wong bener kuwi pinter” (Tidak semua orang benar itu pintar);
3. “Akeh wong pinter ning ora bener” (Banyak orang yang pintar tapi tidak benar);
4. “Lan akeh wong bener senajan ora pinter” (Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar);
5. “Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter” (Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar);
6. “Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.”
(Ada yang lebih bijak, yaitu jadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar);
7. “Minterno wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter”
(Memintarkan orang yang benar .. itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar);
8. “Mbenerake wong pinter kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho” (Membenarkan/membuat benar orang yang pintar itu membutuhkan beningnya hati, dan lapangnya dada).

Perlu diketahui, mbah Moen merupakan kiai kelahiran 28 Oktober 1928. Sosoknya sebagai ulama dan kiai sepuh ormas islam terbesar di Tanah Air, Nahdlatul Ulama (NU).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed