oleh

UU Cipta Kerja Mencabut Peran Organisasi Buruh

SURABAYA – POTRETJATIMDAILY.COM
SENIN (12/10/2020) | PUKUL 07.10 WIB

UU Cipta Kerja Mencabut Peran Organisasi Buruh

Oleh : DENY ISTIAWAN (Koordinator Relawan ‘SurabAYA bERsuARa’)

RUU Cipta kerja, adalah RUU yang sangat menguntungkan Pengusaha dan Buruh/Pekerja, tapi tidak menguntungkan bagi beberapa pihak.

Salah satunya adalah Organisasi Buruh.

Mereka menolak sebelum RUU Cipta Kerja dirilis dan mereka semakin menolak ketika RUU Cipta Kerja telah dirilis.

Ini murni untuk kepentingan organisasi buruh, sama sekali tidak ada kerugian bagi buruh.

Buruh yang selama ini jadi objek bagi organisasi buruh dalam melakukan berbagai tindakan yang selain merugikan buruh juga merugikan perekonomian negara, kini tidak lagi bisa mereka jadikan objek.

Buruh bukan lagi “anak buah” dan “tentara” Organisasi buruh.

RUU ini mengembalikan porsi buruh sebagai orang yang bekerja mencari nafkah untuk memperjuangkan keluarga, buruh bukan lagi menjadi tentara dan anak buah organisasi buruh untuk melaksanakan kepentingan organisasi buruh.

Ini beberapa kewenangan organisasi buruh yang dicabut dalam RUU Cipta Kerja.

Dan dengan dicabutnya kewenangan tersebut, mereka tidak bisa lagi menjadikan buruh sebagai anak buah dan tentara mereka.

Ini penjelasannya:

PERTAMA : Dalam Kesepakatan pengaturan dan penentuan pengupahan, keterlibatan Organisasi Buruh Dihapus ! (Pasal 91)

Sehingga mereka tidak bisa lagi ikut campur dalam urusan kesepakatan upah antara buruh dan pengusaha.

Karena selama ini mereka adalah pihak yang sering merusak kesepakatan tersebut.

KEDUA : Organisasi buruh sudah tidak boleh lagi menugaskan buruh untuk melakukan ini dan itu sehingga mengganggu jam kerja buruh. (Pasal 93).

Selama ini buruh seperti anak buah dan tentara Organisasi Buruh.

Mereka harus patuh melakukan apa yang diperintahkan oleh Organisasi buruh.

Tindakan itu sangat merugikan buruh dan Pengusaha.

RUU ini mengembalikan lagi buruh sebagai buruh bukan tentara atau anak buah Organisasi buruh.

KETIGA : Dalam urusan Pengupahan Nasional, Organisasi Buruh adalah pihak yang sangat merugikan karena mereka tidak mewakili buruh seluruh Indonesia dan terkesan memaksa, karena selalu dengan pengerahan masa dalam merumuskan sistem pengupahan nasional. (Pasal 98)

Dalam RUU Cipta kerja, kewenangan Organisasi Buruh dalam ‘Merumuskan’ kebijakan Pengupahan yang akan ditetapkan oleh pemerintah, Dicabut !

Kini Organisasi buruh hanya diberi peran untuk memberikan saran dan pertimbangan saja, tidak lagi ikut merumuskan.

Jadi tidak ada lagi pengerahan-pengerahan masa dan kengototan yang merugikan buruh dalam menentukan upah.

Sehingga perumusan pengupahan itu bisa berjalan dengan normal tanpa ada kesan pemaksaan.

Pemerintah tahu mana yang terbaik yang akan diputuskan sehingga tidak merugikan pengusaha dan buruh.

KEEMPAT : Organisasi buruh dalam keanggotaan di Dewan Nasional tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. (Pasal 98)

Begitupun untuk keanggotaan organisasi buruh di Provinsi dan kabupaten/Kota, tidak lagi diangkat dan diberhentikan oleh kepala daerah.

Sehingga tidak lagi merasa mereka adalah penentu dan yang berjasa atas kehidupan buruh.

Ini yang membuat buruh akhirnya mau tidak mau menjadi tentara dan anak buah organisasi buruh.

Karena merasa diperjuangkan, padahal itu merugikan buruh sendiri dan tentu ekonomi negara.

KELIMA : Peran Organisasi Buruh dalam Kesepakatan Pemutusan Hubungan Kerja. Dicabut ! (Pasal 151).

Pemutusan Hubungan kerja dilakukan hanya berdasarkan kesepakatan antara Pengusaha dan buruh, tidak boleh lagi ada campur tangan dari Organisasi Buruh.

Karena banyak terjadi ketika pengusaha dan buruh sudah sepakat, Organisasi buruh yang tidak sepakat dan melakukan berbagai cara sehingga ujung-ujungnya masalah menjadi panjang dan buruh yang dirugikan.

Kalau buruh yang dirugikan, Organisasi buruh angkat tangan. Banyak terjadi seperti itu.

Selain itu peran organisasi buruh dalam perundingan dengan Pengusaha, Dicabut!

Jadi tidak ada kewenangan Organisasi buruh untuk melakukan perundingan dengan Pengusaha. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed